Jumat, 26 Desember 2008

Coconut Tree

She's always interesting with new hair style for curly hair.... 
Here's a new style..... 
Coconut Tree...






Ma.... Owri mau rambut tinggiiiiii.....




Wonderful X-Mas in Mal Pekanbaru

Lagi, Owri mendapat kesempatan pentas. Kali ini acara digelar oleh Panitia Wonderful X-Mas Mal Pekanbaru. Thio House of Art mendapat kesempatan untuk mengisi satu sesi acara..., dan inilah BabyClass of Ballet.....






Sabtu, 13 Desember 2008

Outbound-Wonderful Christmas

Acara NATAL di sekolah Aurea diadakan di GPIB Pekanbaru.,Kamis 11 Desember 2008 jam 09.00 WIB

Ini Liputannya...


















Menunggu Acara dimulai




















Miss Semaya kasih pengarahan


















Bernyanyi Lagu Haleluya, dengan gaya...



















Berfoto bersama






























Berdoa bersama















Kotbah Pemimpin Gereja, Pendeta Mei



Sabtu, 06 Desember 2008

Kid Perfomance in Ciputra Seraya


Sabtu Sore, 22 November 2008, Mal Ciputra Seraya Pekanbaru mengundang sekolah-sekolah TK dan Pra-TK terbaik se-Pekanbaru untuk unjuk kemampuan. Sekolah Owri, Education 21 Kulim mendapat undangan untuk mengisi acara tersebut.
             
Anak-anak TK menari melayu, ada yang menari Chinesse Dance, ada yang memperkenalkan diri dan mengungkapkan kesan-kesan belajar di Education 21 Kulim dalam bahasa Inggris, dan Owri kebagian jatah menunjukkan kemampuan membaca doa sebelum makan...

Ia membawa pengeras suara sendiri, lalu mulai melantunkan doa dengan suara keras dan mantap....
Katanya:
                   
My name Is Aurea.
My Class in Nursery Appolo
Pray before eat....
Thank You Lord, The Almighty, for all the food You grant today.
Kindly, sent blessing of them and worthy of us to remain healthy.
AMEN

Everybody apploused her....

Kamis, 13 November 2008

Belajar bersyukur

Menu sehari-hari untuk dibawa ke sekolah sebagai bekal antara lain sepotong salmon, kacang merah, brokoli, wortel, tahu, bahan-bahan tersebut secara bergantian saya hidangkan sebagai makanan wajib baginya sejak usianya setahun. 

Makanan dari lahir adalah ASI sampai usia 6 bulan, setelah itu ASI lanjut sampai usia 2 tahun ditambah dengan Jus apple, atau Brokoli, wortel, tomat, bayam, yang semuanya di blender, ditambah jagung (blender juga) sebagai sumber karbohidratnya. Setelah satu tahun sampai sekarang, saya beri Ultra Putih UHT untuk memenuhi kebutuhan susunya. 

Pada intinya, saya tidak memberikan produk kemasan padanya, walau dikata susu ini atau susu itu baik bagi anak, mahal, atau bubur ini atau bubur itu yang kemasan, saya tidak berikan, kecuali biskuit bayi untuk melatih giginya yang pada saat itu mulai tumbuh, dan pada saat transit di bandara dengan alasan praktis.

      ***

Tiga bulan yang lalu, terlihat tanda-tanda kebosanan akan makanan "bau amis" tersebut, ia mulai minta fried chicken, corned beef, bahkan snack-snack yang mengandung Monosodium Glutamat. Saya mulai "mengijinkan"nya untuk icip-icip, selain murah, mudah didapat, teman-teman sekolahnyapun mengkonsumsi makanan-makanan tersebut, sehingga timbul kelonggaran saya untuk anak saya, dengan maksud tetap saya batasi.

Namun selama seminggu, makan siangnya tidak disentuh, saya mengancamnya tidak akan memasakan makanan lagi buatnya. Dan saya melakukannya, karena salah satu hal penting lainnya yang ingin saya tunjukkan padanya adalah kejujuran. Saya pesan pada katering sekolah untuk makan siang di sekolah. "Mama tidak mau masak lagi buat Owri, ya, habis Owri gak mau makan, jadi biar aja tante yang masak buat Owri", begitu kataku.

Dia senang dapat makanan baru, makannya selalu habis. menunya juga lebih bervariasi, ayam goreng, nasi goreng, bayam, sebetulnya semua adalah makanan yang cukup sehat, karena katering sekolah memang diperuntukkan bagi anak-anak yang orang tuanya tidak memasak untuk anaknya. Dan setelah saya tanya, ai juru masak tidak menaruh vetsin ataupun yang bersifat MSG ke dalam makanan anak-anak.

Setelah satu setengah bulan, anak saya yang pandai dan baik hati itu bilang,"Ma, Owri mau dimasakkan sama mama lagi," katanya. "Ori bukan burung, ma... Kalo burung mamanya tidak masak. Burung cari makan sendiri," sambungnya. Saya setuju untuk memasak kembali menu awalnya, salmon.

Selama 2 minggu ia makan menu amis tersebut, dan kotak makanannya selalu kembali tak ada sisa nasi satu butirpun. Dan ia selalu minta persetujuan saya jika ada teman ulang tahun dan mendapat bingkisan makanan untuk dibawa pulang jika hendak menikmati isinya. (Kecuali untuk kue Tart, saya mengijinkannya, karena itu adalah roti, dan terkadang saya belikan juga ukuran kecil di toko roti yang saya percaya kualitasnya bagus). Bahkan mama teman sekelasnya yang menawari Owri permenpun ditolaknya, setelah mendapat persetujuan saya, baru ia mau. Jika mendapat snack kemasan, ia selalu bilang, "Ma, ini ada MSG nya? Owri tidak boleh makan? Ini buat mama aja? Makanan tidak boleh dibuang?" begitu selalu pertanyaannya, sesuai dengan urutannya.

Anak saya sekarang berusia 3 tahun 9 bulan.

      ***

HAri ini....
Saya buka kotak makannya, dan ternyata masih ada setengah porsi dari yang saya berikan (sekolah mengembalikan makanan sisa ke dalam kotak, agar orang tua tahu porsi makan anaknya). Ia memang agak sedang tidak enak badan,pilek, tapi saya berusaha konsisten dengan apa yang saya putuskan tentang makannya.

Seharusnya ia belajar ballet pulang sekolah, saya sudah membelikan roti keju kesukaannya untuk camilan dalam perjalanan dari sekolah menuju sekolah ballet.

Begitu naik mobil, ia melihat roti tersebut, dan dengan antusias langsung membuka bungkus plastiknya. Begitu roti sudah keluar dari plasiknya, saya bilang,

"Stop, Ow. Owri tidak boleh makan itu."

"Ini buat siapa, Ma?" tanyanya

"Tadi mama belikan buat Owri untuk dijalan, tapi karena makan Owri tidak habis, berarti Owri udah kenyang, jadi nggak perlu lagi makan roti"

Dia diam sambil melihat rotinya dengan mata kepingin, lalu saya merubah nada bicara saya menjadi lebih tegas, saya bilang, 

"Masukkan lagi rotinya ke plastik!" 

Dan ia melakukannya.....

    ***

Sampai rumah.....
Seperti biasa, ia turun dari mobil membawa tasnya, buka sepatu sendiri, buka baju sendiri (setelah sebelumnya minta tolong untuk dibukakan retsleting seragamnya), dan biasanya ia akan cari dan pakai baju ganti sendiri, seragamnya dimasukkan ke keranjang cucian, membenahi kasurnya dan segera memeluk gulingnya.... dan tidur....

Tapi kali ini tidak. Sebelum ia mencari baju gantinya, saya memotongnya, dan menyuruhnya tunggu saya di kamar. Ia menunggu.

Saya mengeluarkan kotak makanannya yang masih berisi nasi yang sudah lembek akibat tersiram kuah sup, mengambil kertas plastik bekas bungkus roti di dapur, meletakkan kertas plastik tersebut di lantai kamarnya, menuang makanan sisa ke atasnya, memberinya sendok,lalu.....

"makan!", kata saya.

Ia memandang saya, ragu-ragu, tapi melihat mata saya memandangnya dengan tajam, ia mulai mengambil sendoknya, dengan hampir menangis, dan mulai menyuap.....

Ia makan dengan cepat, ia lapar, takut, sedih, dan mungkin merasa terhina, entahlah....

Saya menungguinya sambil makan roti keju dengan (sok) lahap, padahal dalam hati ingin sekali memeluknya, mengambilkan piring, dan memberikan roti keju itu padanya.
  
Setelah makan, ia minta minum, namun ternyata botol minumnya ketinggalan (lagi) di sekolah. Maka saya menuangkan air ke dalam mangkuk bekas coklat, menyuapinya obat pilek, dan ia "terpaksa" minum dari mangkuk tersebut untuk menghilangkan rasa obat di mulutnya. Ia melakukannya tanpa protes.

Setelah minum, saya bertanya,

"Besok mau makan dari kertas lagi atau langsung dari tempat sampah?" tanya saya....

Matanya berair, tapi ia berusaha sekuat mungkin manahan air matanya (dan ingusnya). Ia gagal.

"Tidak..." katanya...

"Tidak apa?" tanya saya...

"Besok mama yang masak, dan owri yang habiskan makannya," katanya

"Ok, kalo mama tau lagi makan Ow gak habis, Owri boleh makan sama burung di luar," kataku.

"iya, ma," katanya.

Lalu saya beranjak membereskan bekas makanannya (yang tidak ada satupun nasi tercecer di lantai), lalu ke dapur, dan menunggu.

Setengah jam kemudian saya menengoknya, kamarnya sudah tersusun dengan setting tidur siang, dan ia sudah tidur memeluk guling dan anjing kecil kesayangannya.


   ***

Bangun tidur, kami sudah baikan, ia merayu saya dengan bilang,
 
"Maaaa...., ini kado mama, ma...." katanya...

(Maksudnya kado adalah dia, anak saya sendiri, karena pada saat saya berulang tahun, lahirlah anak saya, dan saya kerap bilang padanya, 'bahwa seperti apapun Owri, Owri tetap kado mama, hadiah ulang tahun yang dikasih Tuhan untuk mama.') 

Lalu saya mulai memeluknya, memberikan rotinya, ia menyantapnya, kami bermain bersama, seolah-olah kejadian makan dialasi kertas plastik tadi tidak pernah terjadi...

Namun saya tahu, bahwa ia telah mengerti, ia telah belajar, dan .....begitupun saya....


( I love U, Ow...., so much!)

The day after......
......ia menunjukkan kotak makanannya pada saya, dan.....habis tanpa sisa, saya memeluknya.....




Kamis, 30 Oktober 2008

Idul Fitri 1 Syawal 1429 H celebrating

All teacher, staff and students celebrating Idul Fitri day on Oct 24th 2008, located in school hall.

The programs were performance and sharing food. Parents must bring some food to be share with all kids in class. 

Moslem student performed her or his ability to read The Koran verse, sing Moslem’s songs, and played a part of Moslem drama like praying before bad time and praying when the sunshine comes.

Teachers performed a puppet’s show, that telling us to not telling a lie and to fulfill a promises. 



The point of these programs is sharing some of thing we have to each other. There was so many food, snack and drink to share. Teachers and staff enjoy the program, and so the student was. 

Sabtu, 18 Oktober 2008

Ballerina

  
My daughter is a lifetime birthday present for me.  And she will be my unlimited liability, yes; I’m willing for it, for all to her goodness and happiness. I think I need nothing except everything for her affective future.

I’ll making the effort to gives good activity, good habit, and the all good thing with the best of intentions that all the thing will make her into proficient, easy manners and - the important thing is - her heart in the right place.

Here’s one of her activities as a mean to create her future’s community. I thought she’s have enthusiasm of the class….. 

Thank You, Lord, The Almighty, to grant my request about my daughter, and answering the demand. Guide me to do everything with the right way….
                          
                                       
   


The Fish catcher


Thursday, October 16th 2008, all students in PAUD (Earlier Junior Programming) Education 21 Kulim Pekanbaru   are abreast of contests, sponsored by Cerebrofort.

The contest for nursery class – Owri class- is catching fishes.

First, those fish was put into plastic swimming pool, but kids had a trouble to catch them. No kids made a go of it. Teachers was burnt up to find out the way to catch those fish, and given a try…… but those fish stayed clear away from nets, artfully….

Finally, all those fish had moved to the bucket, and…. Owri got 2 fishes….   ;-D



Hoi…., why those fish doesn’t want to come? 
Come here, fish….Please come here, I want you.....

Let me see the way my fiends, in how to catch all those naughty fish…. 
Well…., I think they can’t catch those fish, too…

Gotcha...!!!
Finally I got two of you, fish..... 
(Of course she got it, ‘because all those fish have been moved to the smaller place…., a bucket!)


Minggu, 12 Oktober 2008

Holiday activity

Liburan sekolah dari tanggal 26 Sept - 13 Oktober 2008, terasa lama sekali, maka saya berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan untuk Owri. Selain papanya Owri juga libur sehingga banyak waktu untuk bermain bersama, saya ingin akan waktu liburannya disertai juga dengan belajar...

Saya membelikan kartu baca yang sedang populer belakangan ini sebagai metode belajar 
membaca yang dianggap lebih "kini". Setiap hari jika mood Owri sedang baik, saya
 
tambahkan satu katru baru untuk dipelajari. Dan ia bisa mengingat semuanya, dan yang terutama, ia senang....






Menjelang hari raya lebaran, saya m
asak ketupat dan lauknya. Owri kebagian "bantu" isi beras ke dalam ketupat.... 
Dan sudah pasti...., banyak yang tumpah........



Owri rajin menabung, setiap hari saya memberinya uang seribu rupiah untuk dimasukkan 
ke dalam celengan, dan ia tidak terlalu suka jajan diluar, karena kami juga jarang jajan di luar. Saya menjanjikan membelikan otopet, maka setelah lebaran,
 otopetnya yang selama ini dimintanya dengan sabar tanpa merengek dan disertai kata-kata,
 "Ma, nanti kalau 
mama udah punya uang Owri tolong dibelikan otopet, ya ma, ya....", terealisasi. 
Owri senang dan menuggu dengan sabar sambil komentar macam-macam ketika otopetnya dirakit....





Sore-sore, kala saya ingin main game di komputer, Owri juga ikutan. Kami biasa bermain game komputer bersama-sama, tapi sendiri-sendiri....



Lain hari lagi, sebetulnya kami pergi ke ACE Hardware untuk mencari meja kecil namun kami pulang malah membawa Mulberry Paint untuk Owri. Ia mengerjakannya dengan telaten....


Namanya juga manusia kecil, ingin berbuat kenakalan.... Liat apa yang dia buat ? Manjat jendela...!!!! O my God  O my God.....

Rabu, 08 Oktober 2008

Toddler Ixora


First class of Aurea, Toddler Ixora.
Her teachers was Miss Fitri and Miss Nur, are very nice and patient person.

Owri graduated from Toddler Ixora by 2nd rank of her class.  Actualy, her teacher said that Owri must be got 1st rank, but she have slow motion in doing something, though her proggress report got an excellent for all, her friend Asthon had achieved.

But the most important thing for me, is Owri have a new friends, new activities, and a new good habbit....., and also she's happy too......

Selasa, 07 Oktober 2008

Pentas di Mal Ciputra

Menjelang penerimaan murid baru, sekolah Ow (Begitu saya menyebut anak saya) mengadakan pameran untuk promosi, diantaranya digelar acara pameran drama bahasa Inggris, menari melayu, dan lain-lain, yang semuanya diikuti oleh murid-murid sekolah Ow. Anak-anak pre-kindergarten kebagian acara yang agak mudah, yaitu menari. Kelas Ow kebagian menari (maksudnya menggerak-gerakkan tangan, kepala, dan kaki, tanpa berpindah tempat) dengan lagu "Hockey-Pockey".
Bisa dibayangkan, anak-anak usia 2-3 tahun disuruh naik panggung di Mal Ciputra Pekanbaru, penuh pengunjung dan penonton. Yang paling repot tentu miss-miss-nya..... Seperti foto ini, Ow dan teman baiknya, Valentino Henry, sedang "disusun" oleh Miss Nurmaida, sedangkan yang anak-anak lainnya sibuk lari-lari....


Sabar, ya, Miss......

Jumat, 19 September 2008

Lord is Really exist



Kejadian-kejadian yang lalu membuat kami semakin sadar, bahwa semua yang kami miliki adalah anugrah yang tak terhingga dariNya... 

Kami memulai semuanya dari suatu konflik, dari perbedaan yang mendasar, asa yang sepertinya takkan sampai....

Kami menjalaninya untuk menuju suatu titik,  jalan, dan jalan terus, tanpa pernah tahu kapan akan sampai.
Kami tidak berteriak, tidak menjerit, tidak memaksa....., hanya berbuat apa yang kami bisa lakukan....

Then..., Lord see to us, dan menjamah kehidupan kami....

Kami memiliki segala sesuatu yang indah, yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya...., hadiah yang tak terkirakan....

Keajaiban dunia hadir setiap saat di rumah kami, dimanapun kami berada..., di depan mata, dekat di hati....

Here she is.... our daughter....

There's never enough word to appreciated HIS created....