Nama perpustakaan ini mengabadikan nama seorang sastrawan pujangga yang besasal dari Desa Batantua, bengkalis, Riau.
Diharapkan, perpustakaan besar ini akan menjadi model perpusatakaan berbasis teknilogi informasi (e-library) untuk standar perpustakaan di Indonesia.
Perpustakaan ini lauchingpertengahan 2009, dan langsung di buka untuk umum. Masuk dan baca gratis. Perpustakaan ini sangat megah..., dan dibangun 6 lantai oleh PT Total bangun Persada. Biaya untuk interiornya saja 17 Milyar, belum lagi dana untuk pengadaan buku sebesar 10.5 Milyar.

Perpustakaan ini dilengkapi kafe dan hotspot. Disetiap pojok banyak yang duduk-duduk dengan membawa laptop masing-masing... Hmm, mau baca buku atau cari koneksi internet, ya...
Asiknya, buku tempat anak-anak dan orang dewasa dipisah. Untuk anak-anak, kita harus buka alas kaki di tempat yang disediakan, bisa pilih buku sendiri, dan membaca di tempat.
Oya, sedang ada demo tentang teknologi di perpustakaan hari ini, seperti gambar Owri yang dibawah ini, ada kerucut yang langsung menggelundung ke atas jika kita turunkan. Sepertinnya kok nggak sesuai dengan teori grafitasi, ya... Kenapa ok bendanya malah naik, bukan turun kalo dilepas. Hmm, tanya mama, deh.. mama tadi jelasin sama Ow, tapi kok kayaknya Owri belum ngerti juga..

Ini di hall-nya (or apa ya, nama ruangnya..) Ada maket/rancang bangun untuk seluruh gedung perpusatakaan ini.

Nemenin Dhea liat koleksi buku-buku di bagian buku orang dewasa. Sayang sekali, dana 10,5 milyar itu tidak tampak disini, bukunya sedikit sekali.., dan pada sayap bangunan lain hanya tersedia rak-rak kosong dan berdebu...
Buku-buku yang tersedia juga kurang lengkap, kebanyakan masih buku-buku tentang agama, belum menyeluruh dan sepertinya dari sisi buku belum siap untuk menjadi ikon daerah.

Ini di bagian buku anak-anak. Untuk buku anak-anak, koleksinya patut dapat acungan jempol, rata-rata buku yang tersedia adalah terbitan Gramedia, dan Erlangga, juga buku-buku Import hardcover. Kondisi buku rata-rata juga bagus, walaupun ada beberapa yang robek dan hilang halamannya.
Sepertinya pengunjung anak-anak juga harus dibudayakan untuk mencintai buku, ya...Sedih juga melihat buku yang sudah tidak lengkap dan sobek pada beberapa halaman, padahal perpustakaannya baru dan besar.

Akhirnnya Owri menemukan tempat duduk untuk baca, ditemani Muti dan Dhea. Menyenangkan, deh. dan mama bilang, pada saat nanti Owri udah masuk skul lagi dan tidak ada kegiatan ballet ataupun piano, mama mau ajak Owri baca buku di perpustakaan... Asik...

Pulangnya, Muti mau foto-foto, mungkin untuk Majalah Kawanku atau untuk Pribadi, karna Muti kan redaktur majalah.., Jadi akmi jalan kaki dan nggak kerasa sampai ke Gramedia.. mampir beli buku sebentar, lalu pulangnya mampir ke toko Roti Holland di jalan Sudirman juga. Owri dan Dhea tunggu di toko Roti sementara mama dan Muti jalan kaki kambali ke perpustakaan untuk ambil Mobil..
Hari yang menyenangkan....






